<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7738130397917637784</id><updated>2012-02-16T18:06:50.299+07:00</updated><title type='text'>sebuah perjalanan</title><subtitle type='html'>menjalani hidup, ibarat menelusuri jalanan panjang</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://komay.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>komay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126155961927138934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7738130397917637784.post-7689637326582441846</id><published>2008-02-29T11:04:00.000+07:00</published><updated>2008-02-29T11:23:09.714+07:00</updated><title type='text'>Hidup Adalah Pilihan</title><content type='html'>Hidup Adalah Pilihan.&lt;br /&gt;Kalimat di atas sering aku lemparkan saat diskusi bersama teman-temanku di suatu komunitas. Diskusi atau bahkan 'perang' mulut saat sudah mentok dengan ide dan komitmen komunitas. "Yasudahlah, kalau begitu keinginan kalian. Hidup memang pilihan." Itu komentarku terakhir untuk mengakhiri perdebatan tentang kesadaran dan komitmen komunitas.&lt;br /&gt;Terakhir, aku pun hanya mencoba mengingat kata-kata tersebut serta mengingat teman-temanku di sana yang sudah banyak yang hilang kabarnya. Aku hanya bisa berkomunikasi via sms atau email atau blog ini.&lt;br /&gt;Ternyata, mungkin sejarah itu terulang di haribaanku. terulang dalam artian hal itu ada kemiripan suasana dan kemiripan kondisi. Namun secara subjek itu berbeda. Lagi-lagi ini adalah masalah pilihan. Betul memang, bahwa hidup adalah pilihan dan kita selalu dihadapkan pada berbagai pilihan-pilihan yang berbeda-beda bahkan semakin kompleks. Dan setiap pilihan pasti akan menyisakan berbagai risiko. Dan setiap risiko tersebut akan mengantarkan kita pada masalah baru dan pengalaman baru.&lt;br /&gt;Pengalam-pengalaman tersebut tentunya mesti mendewasakan kita, mesti memberikan nuansa baru dan tentunya mesti membuat kita semakin arif, bijak dan penuh dengan penerawangan pertimbangan yang paling baik. Kita memilih jurusan kuliah, memilih pendidikan, memilih pekerjaan, bahkan memilih pasangan hidup; memilih perempuan (pacar/calon istri) bagi laki-laki dan begitu sebaliknya, serta mengambil pilihan-pilihan lainnya.&lt;br /&gt;Kadang kita kembali sangat kesulitan dalam menentukan pilihan-pilihan tersebut mana yang terbaik tidak hanya untung rugi dan tidak hanya dilihat SWOT-nya saja. Banyak hal, kadang mesti kita pertimbangkan dan kita banding-bandingkan. Ibarat melakukan penelitian, maka kita gunakan berbagai metode; kualitatif atau kuantitatif, atau bahkan campuran. Tentunya, dalam hidup tidak semudah itu. Banyak faktor dinamis yang melatarbelakanginya.&lt;br /&gt;Aku pun begitu, memilih ini dan itu. Mesti ada banyak pertimbangan. Bagaimana kalau memilih pekerjaan atau pasangan hidup?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7738130397917637784-7689637326582441846?l=komay.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komay.blogspot.com/feeds/7689637326582441846/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2008/02/hidup-adalah-pilihan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/7689637326582441846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/7689637326582441846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2008/02/hidup-adalah-pilihan.html' title='Hidup Adalah Pilihan'/><author><name>komay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126155961927138934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7738130397917637784.post-1349462793277814279</id><published>2008-02-29T10:58:00.000+07:00</published><updated>2010-03-12T06:34:56.031+07:00</updated><title type='text'>The First Woman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ms8rTTjJavM/S4KPD_p2HKI/AAAAAAAAABE/jWzxHEYWf4Q/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 168px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ms8rTTjJavM/S4KPD_p2HKI/AAAAAAAAABE/jWzxHEYWf4Q/s320/5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441068598606306466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panas terik matahari siang amat menyengat,&lt;br /&gt;kepala terasa mendidih dibakar mataharia.&lt;br /&gt;ku duduk di atas sadel suzuki&lt;br /&gt;sambil menutup kepala dengan helm&lt;br /&gt;siang itu, pertemuan yang kesekian&lt;br /&gt;sejak berpisah beberapa tahun yang lalu&lt;br /&gt;dia nampak lusuh,&lt;br /&gt;namun senyumnya selalu menawan, dengan jilbab putihnya.&lt;br /&gt;dia nampak sedih, namun selalu bisa ditutupinya&lt;br /&gt;tapi aku tak bisa dibohonginya&lt;br /&gt;terlihat gurat kehidupan di wajahnya&lt;br /&gt;aku hanya bisa...:-(&lt;br /&gt;wajah yang dulu ayu, anggun, syahdu, dan penuh keibuan&lt;br /&gt;kini nampak sendu,wajahnya tidak secerah dulu&lt;br /&gt;tidak sesegar dulu&lt;br /&gt;ada gurat-gurat kehidupan yang nampak lekat.&lt;br /&gt;dulu ia selalu tersenyum&lt;br /&gt;bahkan ia tak bisa terus kupandang&lt;br /&gt;selalu tertunduk malu bila kutatap matanya&lt;br /&gt;ada rona merah di wajahnya.&lt;br /&gt;namun itu dulu beberapa tahun yang lalu.&lt;br /&gt;kutanya kabarnya dan begitu sebaliknya.&lt;br /&gt;ia terlihat buru-buru pergi&lt;br /&gt;meninggalkan obrolan yg blom selesai&lt;br /&gt;padahal aku ingin bicara banyak hal.&lt;br /&gt;ya sudahlah...&lt;br /&gt;kulihat di kejauhan ia berjalan berdua&lt;br /&gt;dengan seorang yg pastinya sangat ia cintai.&lt;br /&gt;seseorang yang membawanya ke realitas hidup yang sejati.&lt;br /&gt;sambil menawar dan membeli buah semangka&lt;br /&gt;oleh-oleh buat yang di rumah.&lt;br /&gt;menyusuri sisi jalanan terminal yang ramai.&lt;br /&gt;sepanjang jalan aku hanya bisa memandang&lt;br /&gt;mengingat masa lalu.&lt;br /&gt;semoga mereka bahagia merajut mimpi berdua...&lt;br /&gt;membangun rumah tangga&lt;br /&gt;di atas altar kebahagian..&lt;br /&gt;selasa 23 Oktober 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7738130397917637784-1349462793277814279?l=komay.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komay.blogspot.com/feeds/1349462793277814279/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2008/02/first-woman.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/1349462793277814279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/1349462793277814279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2008/02/first-woman.html' title='The First Woman'/><author><name>komay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126155961927138934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ms8rTTjJavM/S4KPD_p2HKI/AAAAAAAAABE/jWzxHEYWf4Q/s72-c/5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7738130397917637784.post-7526764932849878631</id><published>2008-02-29T10:32:00.000+07:00</published><updated>2008-02-29T10:48:10.364+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Kita Tidak Pernah Jujur pada Diri Sendiri</title><content type='html'>Dalam hidup kadang kita 'dituntut' oleh sosial budaya di sekitar kita untuk bersikap jujur sebab kejujuran adalah suatu hal yang amat berharga dalam kehidupan kita. Mengapa disebut berharga,  sebab dengan jujr maka kita akan dipercaya orang, mudah bergaul dengan orang lain. Sebaliknya, apa yang terjadi bila kita tidak jujur, alias pembohong dan penipu?&lt;br /&gt;Memang, hal itu selalu terjadi. Bagaimana bila kita tidak jujur pada diri sendiri? apa yang terjadi? apa masyarakat komplain? apa masyarakat atau orang lain menjadi tidak percaya pada kita?&lt;br /&gt;Nah, itu problem psikologis kita tentunya. Kadang hal ini tanpa pernah kita sadari dan resapi. Banyak sekali kebohongan dan ketidakjujuran yang kita lakukan pada diri kita. Apakah akan berpengaruh terhadap kepribadian kita? saya kira akan sangat berpengaruh pada kondisi psikologis si pelaku. Sebenarnya apa itu ketidakjujuran pada diri kita?&lt;br /&gt;Mungkin para tokoh psikologi sering mambahas mengenai hal itu terkait psikologi perkembangan, atau mungkin psikologi sosial bahkan psikologi abnormal, mungkin. Saya juga kurang paham. Atau ini juga problem budaya dan sosial kita bersama. Lebih ajuh lagi karena sistem pendidikan kita yang belum mengajarkan kejujuran pada diri sendiri.&lt;br /&gt;Semoga kita mau dan mampu jujur pada diri sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7738130397917637784-7526764932849878631?l=komay.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komay.blogspot.com/feeds/7526764932849878631/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2008/02/mengapa-kita-tidak-pernah-jujur-pada.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/7526764932849878631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/7526764932849878631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2008/02/mengapa-kita-tidak-pernah-jujur-pada.html' title='Mengapa Kita Tidak Pernah Jujur pada Diri Sendiri'/><author><name>komay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126155961927138934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7738130397917637784.post-3605367578243478838</id><published>2008-02-12T14:09:00.000+07:00</published><updated>2008-02-12T14:56:19.482+07:00</updated><title type='text'>Fenomena Apa ini?</title><content type='html'>Bencana alam dimana-mana. Banjir di Jakarta, Surabaya, Jember, Pasuruan, dan sekitar Pulau Jawa nampaknya tiada henti-hentinya datang tiap tahun. Sawah - sawah penduduk kebanjiran, jalan-jalan digenangi air bah, sungai-sungai meluap. Di samping itu ombak di laut begitu tinggi mencapai 2-5 meter. Nelayan-nelayan tidak bisa lagi melaut. Mereka takut terjerembab dan karam ke dasr laut. Di ujung Timur Indonesia, sekitar Maluku dan Irian Jaya, kapal-kapal tenggelam tersapu ganasnya ombak. Orang-orang pun segan untuk bepergian lewat jalur laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, di musim kemarau hutan-hutan kebakaran--atau sengaja dibakar --pesawahan kekeringan, sungai-sungai kering kerontang, bahkan banyak masyarakat yang kekurangan air bersih. Buat minum saja susah apalgi buat mencuci, mandi dan keperluan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sektor pertanian, akhir-akhir ini susah menentukan iklim untuk menanam padi atau produk pertanian lainnya. Kekurangan sumber hara, kekurangan zat-zat penting tumbuhan nampaknya juga menyebabkan berbagai tanaman tidak tumbuh dengan baik. Alhasil produk pertanian menjadi kurang baik. Apakah karena zat dan bahan-bahan kimia? Pemakaian pupuk yang berlebihan, pemakaian pestisida yang tidak perlu bahkan berlebihan. Lagi-lagi tanah dan tanaman petani jadi rusak dan sering ditemui hama yang variatif dan bahkan kebal terhadap pestisida.&lt;br /&gt;Di sektor ekonomi dan perdagangan, harga produk pertanian kita sangat murah, sehingga para petani mendapat kerugian. Mereka bahkan tidak sampai mencapai BEP (break event point) sekalipun. Luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke masalah lingkungan. Sekarang kita lihat di sekitar kita. banyak sampah bertebaran dimana-mana. Orang dengan seenaknya buang sampah dimana saja. Tak peduli. katung-kantung sampah pun jarang ditemukan, masyarakat pun tak sadar sehingga buang sampah seenaknya aja dimana. Jangan jauh-jauh deh, lihat lingkungan sekitar kita. Puntung rokok, bekas permen, palstik-plastik kecil itu dengan mudahnya dibuang di sembarang tempat. Coba kita bayangkan, kalau ada 1 Juta orang yang buang puntung rokok di solokan atau di sekitar jalan setiap hari dengan asumsi satu puntung rokok itu 10 gram maka akan terdapat sampah 1o juta gram (10 kg sampah puntung rokok). Itu baru satu juta orang. Bagaimana kalau 100 juta orang yang membuang puntung rokok, maka akan ada 1 Milyar gram (1 juta kg sampah). Bagaimana kalau yang buang bekas permen? ada 100 juta orang yang buang bungkus permen? coba hitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiamana kalau ada yang buang sampah rumah tangga ke sungai, ke kali atau got setiap hari. Bagimana kalau ada 100 Juta rumah penduduk Indonesia yang membuang sampah setiap harinya. Kita asumsikan lagi, tiap rumah dalam setiap hari membuang 1 kg sampah (organik+anorganik) maka akan ada 100 juta kg sampah yang tersebar di Indonesia. kemana akan kita buang sampah yang 100 juta kg sampah itu setiap harinya? ke laut? itu ide yang sangat buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wajar kalau jakarta terutama sungai-sungai yanga mengalir di sekitar Jakarta itu bau busuk, kotor, hitam, dan penuh sampah busuk. Wajar juga kalau setiap musim hujan banjir datang menggenang. Itu jika kita mengesampingkan daerah resapan air. Kalau kita menambah dengan daerah resapan air yang makin berkurang maka akan timbul maslah yang lebih besar. Kalau kita bicara daerah resapan air, terdiri dari banyak pepohonan maka paling tidak ada celah-celah air yang dibuat oleh akar tumbuhan yang menembus kedalaman tanah. Di sana akan tersimpan kantung-kantung air yang akan menggenang di dalam tanah. Semakin banyak tumbuhan yang tumbuh di sekitar kita maka akan semakin banyak kantung-kantung air yang bisa menampungnya. Maka akan semakin jauh kita dari banjir. Bagaimana dengan Jakarta? Lihat aja daerah yang tak ada resapan air pastinya akan banyak tergenang air di musim hujan sebab tak ada lagi kantung-kantung air yang akan menampung air hujan. Terlebih-lebih lagi kalau ada gelombang pasang. Pastinya air laut akan masuk ke daratan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan daerah lain yang sering juga terkena banjir, padahal mereka dekat dengan hutan, atau laut? banjir tetap melanda kawasan itu.  Coba kita lihat bagaimana kondisi hutan sebagai resapan airnya? Bagaimana kualitas hutannya? Ini juga mesti jd bahan renungan kita bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah begini keadaan seperti indonesia, apa yang akan kita lakukan? apa yang bisa kita lakukan? sebab jika ini dibiarkan selama puluhan tahun, maka pulau jawa akan terendam air.&lt;br /&gt;mau pindah kemana kita?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7738130397917637784-3605367578243478838?l=komay.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komay.blogspot.com/feeds/3605367578243478838/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2008/02/fenomena-apa-ini.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/3605367578243478838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/3605367578243478838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2008/02/fenomena-apa-ini.html' title='Fenomena Apa ini?'/><author><name>komay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126155961927138934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7738130397917637784.post-5976922695292140996</id><published>2008-02-06T16:43:00.000+07:00</published><updated>2008-02-06T17:12:15.891+07:00</updated><title type='text'>Trusted Platform Module</title><content type='html'>TPM or Trusted Platform Module is a chip or microcontroller that encrypts password, and any other security encryption using a encryption methods. The encryption methods consists of some types like RSA, DES, Hash Function etc.&lt;br /&gt;On Dell Computer, TPM is applied to store and encrypt password that set up in BIOS security menu and manage by software like Embassy Trusted Wave. The other application is to manage finger print or other security like digital signature.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7738130397917637784-5976922695292140996?l=komay.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komay.blogspot.com/feeds/5976922695292140996/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2008/02/trusted-platform-module.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/5976922695292140996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/5976922695292140996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2008/02/trusted-platform-module.html' title='Trusted Platform Module'/><author><name>komay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126155961927138934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7738130397917637784.post-7501063865331509090</id><published>2008-02-06T14:24:00.000+07:00</published><updated>2008-02-06T14:51:21.023+07:00</updated><title type='text'>Perpisahan di Batas Kota</title><content type='html'>Terdengar suara lirih dari Ummi, "kenapa kita mesti berpisah?" berharap ingin diberi penjelasan.&lt;br /&gt;"ya, ada banyak alasan bahkan mungkin alasan yang dibuat-buat." jawab Budi.&lt;br /&gt;"Apa aku mesti menjelaskannya?" Budi menatap mata Ummi dengan penuh asa. "tentunya alasan logis kan yang ingin kamu dengar?" Budi memperjelas pertanyaannya.&lt;br /&gt;"Ya ga apa-apa seh kalo ga mau menjelaskannya pun". Ummi mejawab sambil membuang dan menghindar tatapan mata Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"yasudah kalo gitu, berarti ga usah aku jelasin". Balas Budi. "Soalnya alasan ini ga logis bahkan mungkin hanya logicalisasi." ucapnya lagi. "tapi kan pasti ada alasannya?" timpal Ummi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, aku hanya ingin kita berpisah aja untuk sementara ini." lanjut Budi. "Aku lagi ga mood, pikiran dan jiwaku lagi kacau, maafin aku ya". Budi menatap Ummi dengan penuh harapan agar Ummi mau memahaminya.&lt;br /&gt;"Ummi, kita berpisah bukan berarti aku tidak mencintaimu lagi." ujar Budi lirih. "aku hanya ingin sendirian saat ini", lanjut Budi. "Maafin aku Mi, aku hanya ingin sendirian saat ini."&lt;br /&gt;"Ummi bisa ngerti kan?" tanya Budi sambil menatap wajah sendu Ummi yang terdiam tanpa kata.&lt;br /&gt;"yasudah, aku ga apa-apa ko. Kita kan pernah bilang untuk tidak menyesali apapun keputusan kiata." Ummi menjawab dengan nada sedih. "mungkin ini jalan terbaik bagi kita" Lanjut Ummi.&lt;br /&gt;"Sekali lagi aku minta maaf ya Mi?" pinta Budi. Ummi hanya mengangguk perlahan, nampak berat untuk menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"yasudah, kita pulang yuks!" Ajak Budi sambil bangun dari tempat duduknya. "Aku antar ya ke rumahmu?" ajak Budi. Ummi hanya mengangguk sambil bangkit mengikuti Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua pasang manusia itu berjalan menyusiri jalan yang mulai sepi, di awal malam. Langit pun nampak berawan namun sesekali bulan menampakkan cahayanya memecah angkasa. Seakan-akan membawa cahaya menghantarkan sepasang manusia itu menuju peraduannya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semoga kita bisa saling mengerti dan memahami lagi, Mi"...ucap Budi di dasar hatinya seolah ia pun tak ingin meninggalkan Ummi...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7738130397917637784-7501063865331509090?l=komay.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komay.blogspot.com/feeds/7501063865331509090/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2008/02/perpisahan-di-batas-kota.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/7501063865331509090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/7501063865331509090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2008/02/perpisahan-di-batas-kota.html' title='Perpisahan di Batas Kota'/><author><name>komay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126155961927138934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7738130397917637784.post-3861147795731049983</id><published>2008-01-27T19:28:00.000+07:00</published><updated>2008-01-27T19:41:12.337+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>suara telpon berdering dengan lembut dan penuh irama, sore itu di sebuah busway&lt;br /&gt;"Mas, lagi dmn?" tanya seorang perempuan melalui HP-nya. Perempuan yang kuning langsat, penuh keanggunan dan rasa sayang terdengar dari suaranya ditelpon.&lt;br /&gt;"titt.." suara yang tak bisa kudengar lagi.. mereka asyik ngobrol ke sana kemari&lt;br /&gt;di akhir pembicaraan, si perempuan cantik tadi berucap.&lt;br /&gt;"oia mas, mas ga usah jemput aku soalnya aku dah pulang skrg lg di busway."&lt;br /&gt;"Ntar ketemu aja di rumah. Jangan lupa sholat magrib ya!!&lt;br /&gt;terdengar dari kejauhan seorang laki-laki menjawab "iya.."&lt;br /&gt;"daaaaaaaah.." balas perempuan manis itu mengakhiri pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suara itu cukup meyegarkan urat kerongkonganku - entah kenapa -yang sembari tadi duduk di samping perempuan itu sambil menatap ke depan ke arah penumpang busway yang bergelantungan..&lt;br /&gt;aku hanya bisa tersenyum dan berkhayal. Kapan mereka sepertiku...eh kebalik.... :-)&lt;br /&gt;semoga mereka bahagia...Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7738130397917637784-3861147795731049983?l=komay.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komay.blogspot.com/feeds/3861147795731049983/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2008/01/suara-telpon-berdering-dengan-lembut.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/3861147795731049983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/3861147795731049983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2008/01/suara-telpon-berdering-dengan-lembut.html' title=''/><author><name>komay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126155961927138934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7738130397917637784.post-6913603716364010421</id><published>2007-12-26T06:42:00.000+07:00</published><updated>2007-12-26T06:54:26.473+07:00</updated><title type='text'>Global Warming, Apa dan Bagaimana?</title><content type='html'>&lt;p style="text-indent: 0.28in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Beberapa hari yang lalu, tepatnya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;3-15 Desember 2007, digelar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;konferensi perubahan iklim yang diadakan di Bali. Tujuannya adalah merumuskan masa depan keberlangsungan bumi yang menurut banyak ilmuwan telah terjadi peningkatan suhu yang cukup signifikan. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya produksi gas-gas karbon. Tentunya akan berakibat fatal tidak hanya bagi manusia namun bagi seluruh penghuni bumi.  Selanjutnya diharapkan terjadi pengurangan produksi bahan bakar fosil, sebagai penyebab utama pemanasan global, sebagaimana diamanatkan oleh Protokol Kyoto yang mengharapkan adanya pengurangan produksi gas karbon sebesar 5 persen sampai tahun 2012. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;Apa yang terjadi bila temperatur rerata udara di sekitar kita mencapai 100&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Symbol, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;C?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.28in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="pt-BR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;Skenario Pemanasan Global&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.28in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Pemanasan global (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;i&gt;global warming&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;) menjadi isu bersama negara-negara berkembang khususnya meski umumnya negara-negara maju masih mempersoalkan kebenaran isu pemanasan global itu sendiri yang menyebabkan peningkatan suhu bumi dan bahkan mereka terkesan cuci tangan seolah mereka bukan penyebab langsung pemanasan global tersebut. Banyak diantara kita pun masih belum paham dan sadar akan dampak yang terjadi akibat pemanasan global. Mudah-mudahan melalui pemaparan di bawah ini akan terbangun kesadaran akan dampak pemanasan global.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.28in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Tentunya masih ingat pelajaran Fisika SMU dulu mengenai lapisan-lapisan yang menyelimuti bumi, mengapa bumi tidak terbakar oleh sengatan matahari? Bukankah energi panas matahari sangat tinggi? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;Segala sumber energi yang terdapat di bumi berasal dari matahari. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cahaya_tampak"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;cahaya tampak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;. Ketika energi ini mengenai permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan bumi. Permukaan bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;Sebagian dari panas ini akan membentuk radiasi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Infra_merah"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;infra merah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt; gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas lagi akan tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_rumah_kaca"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;gas rumah kaca&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt; antara lain &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uap_air"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;uap air&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbondioksida"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;karbondioksida&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;, dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Metana"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;metana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt; yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan bumi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Dan gas-gas tersebut terperangkap dalam “kaca” yang menyelimuti bumi. Hal tersebut terjadi berulang-ulang dan akibatnya suhu rata-rata tahunan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;bumi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt; terus meningkat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.28in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;Gas-gas tersebut berfungsi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;ibarat kaca dalam konteks &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_kaca"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;rumah kaca&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt; sejati. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, maka akan semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya. Inilah yang disebut efek “rumah kaca”. Sebenarnya, efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpa adanya rumah kaca, maka planet ini akan menjadi sangat dingin dan permukaan bumi akan ditutupi oleh es. Namun jika panas yang terjadi terlalu besar, maka akan terjadi apa yang disebut "Global Warming". Akibat suhu di permukaan bumi meningkat, es di permukaan bumi akan mencair perlahan-lahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.28in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;a name="Efek_umpan_balik"&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Efek rumah kaca ini disebabkan oleh naiknya konsentrasi gas &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbondioksida"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;karbondioksida&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt; (CO&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt; ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahan_bakar_minyak"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;bahan bakar minyak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt; (BBM), &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batu_bara"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt; dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya. Energi yang masuk ke bumi; 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer, 25% diserap awan, 45% diadsorpsi permukaan bumi, 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi. Energi yang diadsoprsi akan dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt; dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda. Selain gas CO&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah sulfur dioksida (SO&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;), nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana (CH&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;4&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;) dan kloro fluoro karbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;ah kaca.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.28in; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div id="Section1" dir="ltr"&gt;  &lt;dl&gt;&lt;dl&gt;&lt;dl&gt;&lt;dl&gt;&lt;dd&gt;      &lt;table border="1" border cellpadding="4" cellspacing="3" width="325" style="color:#c0c0c0;"&gt;       &lt;col width="41"&gt;       &lt;col width="75"&gt;       &lt;col width="124"&gt;       &lt;col width="36"&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;        &lt;td bg width="41" style="color:#3399ff;"&gt;         &lt;p style="text-indent: 0.28in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;Gas&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;        &lt;td bg width="75" style="color:#669933;"&gt;         &lt;p style="text-indent: 0.28in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;Kontribusi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;        &lt;td bg width="124" style="color:#3399ff;"&gt;         &lt;p style="text-indent: 0.28in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;Sumber         emisi global&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;        &lt;td bg width="36" style="color:#669933;"&gt;         &lt;p style="text-indent: 0.28in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;%&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;        &lt;td bg width="41" style="color:#ffcc99;"&gt;         &lt;p style="text-indent: 0.28in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;CO&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;2&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;        &lt;td bg width="75" style="color:#ffcc99;"&gt;         &lt;p style="text-indent: 0.28in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;45-50%&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;        &lt;td bg width="124" style="color:#ffcc99;"&gt;         &lt;p style="text-indent: 0.28in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;Batu         bara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;        &lt;td bg width="36" style="color:#ffcc99;"&gt;         &lt;p style="text-indent: 0.28in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;29&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;        &lt;td bg width="41" style="color:#ffcc99;"&gt;         &lt;p style="text-indent: 0.28in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;        &lt;td bg width="75" style="color:#ffcc99;"&gt;         &lt;p style="text-indent: 0.28in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;        &lt;td bg width="124" style="color:#ffcc99;"&gt;         &lt;p style="text-indent: 0.28in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;Minyak         Bumi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;        &lt;td bg width="36" style="color:#ffcc99;"&gt;         &lt;p style="text-indent: 0.28in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;29&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;        &lt;td bgcolor="#ffcc99" width="41"&gt;         &lt;p style="text-indent: 0.28in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;        &lt;td bgcolor="#ffcc99" width="75"&gt;         &lt;p style="text-indent: 0.28in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;        &lt;td bg width="124" style="color:#ffcc99;"&gt;         &lt;p style="text-indent: 0.28in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;Gas         alam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;        &lt;td bg width="36" style="color:#ffcc99;"&gt;         &lt;p style="text-indent: 0.28in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;11&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;        &lt;td bgcolor="#ffcc99" width="41"&gt;         &lt;p style="text-indent: 0.28in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;        &lt;td bgcolor="#ffcc99" width="75"&gt;         &lt;p style="text-indent: 0.28in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;        &lt;td bg width="124" style="color:#ffcc99;"&gt;         &lt;p style="text-indent: 0.28in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;Deforestasi         Hutan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;        &lt;td bg width="36" style="color:#ffcc99;"&gt;         &lt;p style="text-indent: 0.28in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;20&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;        &lt;td bgcolor="#ffcc99" width="41"&gt;         &lt;p style="text-indent: 0.28in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;        &lt;td bgcolor="#ffcc99" width="75"&gt;         &lt;p style="text-indent: 0.28in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;        &lt;td bg width="124" style="color:#ffcc99;"&gt;         &lt;p style="text-indent: 0.28in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;lainnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;        &lt;td bg width="36" style="color:#ffcc99;"&gt;         &lt;p style="text-indent: 0.28in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;10&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;        &lt;td bgcolor="#ffcc99" width="41"&gt;         &lt;p style="text-indent: 0.28in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;CH&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;4&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;        &lt;td bgcolor="#ffcc99" width="75"&gt;         &lt;p style="text-indent: 0.28in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;10-20%&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;        &lt;td bgcolor="#ffcc99" width="124"&gt;         &lt;p style="text-indent: 0.28in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;        &lt;td bgcolor="#ffcc99" width="36"&gt;         &lt;p style="text-indent: 0.28in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/p&gt;        &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;      &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;     &lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;&lt;/dl&gt;&lt;/dl&gt;&lt;/dl&gt;  &lt;p style="text-indent: 0.28in; margin-bottom: 0in;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;Sumber :  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;&lt;i&gt;Kantor  Menteri Negara KLH, 1990&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-indent: 0.28in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;Apa saja yang bisa menghasilkan gas-gas karbon tersebut? Asap sisa pembakaran pabrik batu bara, minyak &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;bumi, dan juga asap kendaraan bermotor disinyalir sebagai produsen terbesar gas-gas karbon. Jika tidak terjadi pembakaran dan penggundulan hutan besar-besaran maka semestinya pepohonan mampu menyerap gas-gas karbon tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Gas-gas karbon tersebut akan diserap oleh dedaunan dalam proses fotosintesis tumbuhan. Sebaiknya jika pepohonan berkurang dan produksi karbon meningkat maka gas karbon ini akan “berkeliaran” di atas permukaan bumi dan sebagian dihirup oleh manusia sehingga akan timbul beraneka penyakit yang tidak hanya penyakit pernafasan namun dampak lainnya dari gas buang karbon. Di samping itu penggunaan freon (CFC), dihasilkan refrigerator dan AC, juga dianggap sebagai pembobol lapisan ozon (O&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;3&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;). Lapisan inilah sebenarnya yang menyaring sinar matahari dan radiasinya supaya tidak langsung mengenai makhluk hidup di bumi. Terlebih-lebih setelah terjadinya revolusi industri dan penggunaan energi minyak bumi, peningkatan produksi gas-gas karbon semakin meningkat tajam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;Dampak &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Global Warming&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.28in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Dampak yang akan sangat terasa langsung adalah adanya peningkatan suhu bumi, suhu bumi akan meningkat tajam di waktu malam, tinggi permukaan air laut akan meningkat seiring mencairnya es di kutub utara, adanya perubahan iklim yang tidak menentu misalnya musim kemarau lebih lama dibandingkan dengan musim hujan, musim tanam yang tidak menentu, banjir dan gempa bumi di mana-mana. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;Juga radiasi ultraviolet yang menyebabkan timbulnya beragam penyakit kulit, rambut,  dianggap dampak tidak langsung dari efek rumah kaca.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.28in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Bagaimana dengan hewan dan tumbuhan? Karena terjadi pemanasan global maka banyak hewan yang melakukan migrasi. Misalnya hewan yang terbiasa di tempat dingin dan kemudian wilayahnya itu temperaturnya tinggi maka hewan-hewan tersebut akan segera bermigrasi ke tempat yang lebih dingin agar tetap bertahan hidup. Jika mereka tidak mampu bertahan maka mereka akan mati kepanasan. Sebaliknya terjadi pada hewan yang terbiasa dengan suhu panas. Akhirnya bagi yang tidak mampu beradaptasi akan segera mati dan akan terjadi kepunahan hewan-hewan. Begitu juga dengan tumbuhan, air, tanah, gunung dan lautan akan rusak disebabkan suhu bumi yang terus meningkat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;Beberapa Solusi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.28in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Nah, penanaman pohon merupakan salah satu alternatif mengurangi pemanasan global. Sebab, pohon akan menyerap banyak gas-gas karbon di udara yang akan digunakan dalam proses fotosintesis. Semakin banyak pohon yang tumbuh (memiliki daun yang banyak) maka akan semakin banyak gas karbon yang diserap oleh dedaunannya. Selain itu diperlukan kemauan bersama untuk mengurangi populasi kendaraan bermotor dan mencari sumber energi alternatif sebagai bahan pengganti BBM. Hendaknya pemerintah juga mengambil kebijakan terhadap pembatasan jumlah kendaraan bermotor misalnya dengan memberlakukan satu jenis kendaraan bermotor hanya untuk satu keluarga, pemberlakuan pajak sebesar 50% per tahun bagi pengguna kendaraan berbahan bakar fosil, meregulasi produsen kendaraan dan penggalian minyak bumi, penggunaan kendaraan ramah lingkungan, pembatasan merokok, dan kampanye (penyadaran) anti pemanasan global secara kontinu dan menyeluruh melalui lembaga pendidikan dan media massa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.28in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;Sumber&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt; : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.wikipedia.com/"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;www.wikipedia.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.howstuffworks.com/"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;www.howstuffworks.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7738130397917637784-6913603716364010421?l=komay.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komay.blogspot.com/feeds/6913603716364010421/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/12/global-warming-apa-dan-bagaimana.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/6913603716364010421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/6913603716364010421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/12/global-warming-apa-dan-bagaimana.html' title='Global Warming, Apa dan Bagaimana?'/><author><name>komay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126155961927138934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7738130397917637784.post-3470511883438743289</id><published>2007-12-21T17:09:00.000+07:00</published><updated>2007-12-21T17:56:23.592+07:00</updated><title type='text'>Perempuan</title><content type='html'>yups, perempuan itu mulai menarik perhatianku&lt;br /&gt;dia mualai mencuri hati ini muali mencari tau apa yg kurasakan apa yg kualami&lt;br /&gt;mencoba memasuki duniaku..&lt;br /&gt;aku pun tak bissa berdiam diri saja&lt;br /&gt;Apa aku berdosa jika aku tidak mengapresiasianya&lt;br /&gt;Mungkin aku telah berdosa meninggalkannya&lt;br /&gt;Dengan alasan yang sangat sangat tidak logis nampaknya&lt;br /&gt;So, idealis, sok ideologois, sok agamis...&lt;br /&gt;Bull shiet....&lt;br /&gt;Ya, mudah-mudahan dia mau mengerti..&lt;br /&gt;kenapa dia yg mesti ngertiin aku?&lt;br /&gt;kenapa aku yang ga ngertiin dia?&lt;br /&gt;dasar EGOIS.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7738130397917637784-3470511883438743289?l=komay.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komay.blogspot.com/feeds/3470511883438743289/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/12/perempuan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/3470511883438743289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/3470511883438743289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/12/perempuan.html' title='Perempuan'/><author><name>komay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126155961927138934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7738130397917637784.post-4753803856537016614</id><published>2007-12-21T14:37:00.000+07:00</published><updated>2007-12-21T14:48:30.983+07:00</updated><title type='text'>Knowledge, Skills dan Attitudes</title><content type='html'>Ada tiga buah komponen yg kata orang menjadi modal dalam mengarungi hidup&lt;br /&gt;Ini dia, pengetahuan (knowledge), Ketrampilan(skills) dan Sikap (Attitudes). Sikap adalah manifestasi dari pengetahuan dan keterampilan yang disokong oleh nilai-nilai moral, sikap,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7738130397917637784-4753803856537016614?l=komay.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komay.blogspot.com/feeds/4753803856537016614/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/12/knowledge-skills-dan-attitudes.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/4753803856537016614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/4753803856537016614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/12/knowledge-skills-dan-attitudes.html' title='Knowledge, Skills dan Attitudes'/><author><name>komay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126155961927138934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7738130397917637784.post-2542778647351489090</id><published>2007-12-10T06:37:00.000+07:00</published><updated>2007-12-10T06:59:06.131+07:00</updated><title type='text'>Kita Tidak Akan Benar-benar Tahu</title><content type='html'>seseorang tidak akan pernah tahu dan mengenal orang lain selama ia tidak menyelami dan menjadi orang lain. kita tidak akan pernah tahu siapa dia selama kita tidak bisa menjadi bagian dari dirinya. dan kita tidak akan pernah benar-benar tahu orang lain; perasaan, hati dan sifat dan sikapnya. Kita hanya bisa menebak dan berusaha memahami dan mengerti dan kita tidak akan pernah benar-benar tahu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7738130397917637784-2542778647351489090?l=komay.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komay.blogspot.com/feeds/2542778647351489090/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/12/kita-tidak-akan-benar-benar-tahu.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/2542778647351489090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/2542778647351489090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/12/kita-tidak-akan-benar-benar-tahu.html' title='Kita Tidak Akan Benar-benar Tahu'/><author><name>komay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126155961927138934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7738130397917637784.post-6629867690940963868</id><published>2007-10-01T07:47:00.000+07:00</published><updated>2007-10-01T08:12:28.022+07:00</updated><title type='text'>Tetesan Gerimis</title><content type='html'>Aku hanya bisa mengajakmu meniti jalan berliku&lt;br /&gt;Aku hanya bisa mengajakmu berbicara dari hati&lt;br /&gt;Dari hati yang dipenuhi ceceran debu gurun Sahara&lt;br /&gt;Hati yang ditemani teriakan burung elang gurun yang ganas&lt;br /&gt;Seganas harimau di Benua Hitam&lt;br /&gt;Seganas hutan rimba&lt;br /&gt;Seterjal gunung dan keganasan lembah Amazon&lt;br /&gt;Meski aku mencoba menikmatinya&lt;br /&gt;Layaknya menikmati perjalanan di rimba raya&lt;br /&gt;Dan gunung pencakar awan, pencinta bumi&lt;br /&gt;Dan stabilisator keindahan alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya ingin membawamu mengikuti percikan gerimis hujan&lt;br /&gt;Membawamya satu demi satu, sedikit demi sedikit, tetes demi tetes&lt;br /&gt;Menangkap, mengumpulkannya,&lt;br /&gt;dan membasuhkannya ke dalam hati&lt;br /&gt;Hati yang dipenuhi debu Sahara&lt;br /&gt;Yang tersorot sinar surya di atas kepala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tetes demi tetes gerimis itu makin jarang kudapati&lt;br /&gt;Hingga akhirnya menghilang di batas kampung&lt;br /&gt;Aku terus berlari mencari setetes gerimis yang terbawa angin&lt;br /&gt;Namun, aku tak  bisa mengumpulkan lebih banyak lagi tetesan gerimis&lt;br /&gt;Tetesan demi tetesan itu pun tak cukup digunakan&lt;br /&gt;Sebab, terlalu banyak lagi yang mesti kukumpulkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau begitu lelah melihat prosesi ini&lt;br /&gt;Bahkan tak akan sanggup menunggu perjalananku&lt;br /&gt;Ya, aku hanya akan membawamu tertatih tatih&lt;br /&gt;Akan sulit bagimu, juga bagiku&lt;br /&gt;Aku pun tak sanggup melihatmu tergopoh-gopoh kesakitan&lt;br /&gt;Tersendat sendat rimbunnya pohon dan semak belukar yang kau lalui&lt;br /&gt;Aku tak ingin melihat matamu meneteskan air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatinangor, Di Penghujung September&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7738130397917637784-6629867690940963868?l=komay.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komay.blogspot.com/feeds/6629867690940963868/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/09/tetesan-gerimis.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/6629867690940963868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/6629867690940963868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/09/tetesan-gerimis.html' title='Tetesan Gerimis'/><author><name>komay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126155961927138934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7738130397917637784.post-2541969761870676669</id><published>2007-09-28T08:34:00.000+07:00</published><updated>2007-09-28T08:35:17.427+07:00</updated><title type='text'>Perempuanku di Ujung Sana</title><content type='html'>&lt;div class="entry-content"&gt;   &lt;div class="entry-body"&gt;    &lt;p&gt;Entah mengapa aku tak berdaya.... (iwan F.)&lt;br /&gt;sedikit ngutip dari bang iwan&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hari berganti, purnama berganti&lt;br /&gt;Bahkan gerhana pun kulalui&lt;br /&gt;Dengan penuh suka dan sedih&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ya, itulah perjalanan manusia&lt;br /&gt;yang tak mungkin berada dalam satu posisi&lt;br /&gt;Bahkan tak bertahan lama dalam zona kenyamanan&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Entah ini sebuah "buah" atau sekadar "daun"&lt;br /&gt;Tapi semua itu mengisyaratkan kedamaian dan asa&lt;br /&gt;Asa yang sudah lama tertidur&lt;br /&gt;Bahkan mungkin telah terbius oleh aromanya&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Aku pun tak bisa lagi menghisap aroma,&lt;br /&gt;Wewangian dan aksesoris yang melekatinya&lt;br /&gt;Penuh dengan asa&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Di ujung sana dia hanya diam&lt;br /&gt;Terdiam namun dia selalu tersenyum kadang tersipu malu&lt;br /&gt;Di bawah busananya ia tertunduk sendu&lt;br /&gt;Ada kesal dan mungkin duka di rautnya&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Aku pun hanya bisa menatapnya dari kejauhan&lt;br /&gt;Berharap suatu hari kumampu menatap lebih dalam&lt;br /&gt;Penuh emosi, penuh kasih dan penuhi realitas sejatinya&lt;br /&gt;Realitas dan waktu pun terus mengingatkanku&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jatinangor, Triple A, 7 September 2007&lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7738130397917637784-2541969761870676669?l=komay.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komay.blogspot.com/feeds/2541969761870676669/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/09/perempuanku-di-ujung-sana.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/2541969761870676669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/2541969761870676669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/09/perempuanku-di-ujung-sana.html' title='Perempuanku di Ujung Sana'/><author><name>komay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126155961927138934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7738130397917637784.post-29382479061331783</id><published>2007-09-28T08:32:00.000+07:00</published><updated>2007-09-28T08:33:42.580+07:00</updated><title type='text'>Mencintaimu</title><content type='html'>&lt;div class="entry-content"&gt;   &lt;div class="entry-body"&gt;    &lt;p&gt;Mencintaimu dengan sederhana dan kesederhanaan&lt;br /&gt;Mencintai dengan apa adanya&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mencintai dengan tulus&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mencintai dengan penuh penghayatan&lt;br /&gt;Mencintai dengan hati &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Aku ingin belajar mencintaimu&lt;br /&gt;Mencintai dengan segala ketulusan dan kerendahan hati &lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7738130397917637784-29382479061331783?l=komay.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komay.blogspot.com/feeds/29382479061331783/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/09/mencintaimu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/29382479061331783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/29382479061331783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/09/mencintaimu.html' title='Mencintaimu'/><author><name>komay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126155961927138934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7738130397917637784.post-5988766899357669134</id><published>2007-09-28T08:27:00.000+07:00</published><updated>2007-09-28T08:31:28.027+07:00</updated><title type='text'>Elegi Di Sore Hari</title><content type='html'>&lt;div class="entry-content"&gt;   &lt;div class="entry-body"&gt;    &lt;p&gt;Di Atas pohon ini, sepuluh tahun yang lalu&lt;br /&gt;Aku biasa memandang kejauhan&lt;br /&gt;Menatap hamparan sawah dan ladang&lt;br /&gt;Menatap Jauh ke sana&lt;br /&gt;Menatap para petani yang sedang memanen&lt;br /&gt;Yang sedang menebar benih dan palawija&lt;br /&gt;Termasuk saudara-saudaraku&lt;br /&gt;Aku pun baru saja berhenti untuk melepas dahaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin terasa teramat sepoi&lt;br /&gt;Menerpa rambutku yang mulai memanjang&lt;br /&gt;sambil berayun di atas dahan pohon&lt;br /&gt;Nampak seperti spesies yang agak mirip manusia :-(&lt;br /&gt;Aku tersenyuim mengingat masa kecil&lt;br /&gt;Bermain, dan bercengkrama dengan burung,&lt;br /&gt;Berburu capung dan  &lt;em&gt;simeut&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Indah nian alam yang ada di depanku ini&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Aku pun amat teramat bahagia&lt;br /&gt;Aku bisa merenget nangis atau sekadar teriak-teriak&lt;br /&gt;Bersama teman sepermainan&lt;br /&gt;Atau Sekadar minta ditangkapin burung atau simeut&lt;br /&gt;Kepada kakakku atau ibuku&lt;br /&gt;Tak bisa kubayangkan bahagainya waktu itu&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sekarang, masih tetap di atas dan sesekali di bawah pohon yang rindang&lt;br /&gt;Pohon Mangga yang nampak makin tua dan makin rindang&lt;br /&gt;Pohon terbesar di kebunku&lt;br /&gt;AKu hanya bisa tersedu menatap pesawahan&lt;br /&gt;yang Kian hari-kian mengering&lt;br /&gt;Tanah-tanah mulai pecah-pecah nampak seperti orang yang sariawan&lt;br /&gt;Kering dan bibir-bibir tanah ini pecah&lt;br /&gt;Entah bisa apa tidak disembuhkan&lt;br /&gt;Entah obat sariawan bisa menyembuhkan pesawahan ini&lt;br /&gt;Menymbuhkan kekeringan yang terus melanda setiap daerah&lt;br /&gt;Menyemnuhkan mereka-meraka yang seang mencari sesuap nasi&lt;br /&gt;Untuk anak-anak dan istri mereka&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;AKu hanya bisa terdiam menatap mereka yang coba bangkit&lt;br /&gt;Mentyiram palawija dan tanaman musiman&lt;br /&gt;Untuk tetap bertahan hidup&lt;br /&gt;Lari dari kemiskinan pedesaan&lt;br /&gt;Mereka bangkit untuk tidak terbelenggu kekeringan&lt;br /&gt;Untuk anak mereka yang sedang sekolah&lt;br /&gt;Untuk bayaran SPP, Bangunan, dan Uang Jajan&lt;br /&gt;Tak peduli siang dan malam&lt;br /&gt;Tak peduli Hujan atau Kemarau&lt;br /&gt;Merek terus menyiram&lt;br /&gt;Menyiram keringnya tanah&lt;br /&gt;Menyiram keganasan dunia&lt;br /&gt;Berat nian beban hidupmu, saudaraku&lt;br /&gt;Susah betul kau nyari sesuap nasi&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sekali lagi aku hanya bisa diam, tersedu&lt;br /&gt;meneteskan air mata&lt;br /&gt;yang tak mungkin bisa menyiram keringnya sawah dan ladang&lt;br /&gt;Apalagi membuat subur tanah ini&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tak hanya tanah-tanah yang biasa dulu kami tanami padi dan palawija&lt;br /&gt;semua tanah dan daratan yang ada di depnku menjadi kering kerontang&lt;br /&gt;bahkan pecah-pecah bagai bibir yang terkena panas dalam dan sariawan&lt;br /&gt;Semua orang merasa lesu&lt;br /&gt;Kami berharap, buah-buahan bisa menyelamatkan kami&lt;br /&gt;dari kekeringan&lt;br /&gt;sebagai obat dahaga dan sariawannya tanah ini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;AKu ingin sekali menjadi obat bagi tanah dan mereka-mereka yang kekeringan&lt;br /&gt;Menyembuhkan bibir-bibir tanah yang pecah-pecah&lt;br /&gt;Mengobati panas dalam yang mereka alami&lt;br /&gt;Dan membuat ceria para petani dan anak-anaknya&lt;br /&gt;Menyekolahkan mereka&lt;br /&gt;Membuat mereka cerdas, pinter dan mandiri&lt;br /&gt;Membuat mereka sadar akan beban yang orang tua merek pikul&lt;br /&gt;Membuat mereka makmur, sejahtera dan damai&lt;br /&gt;Menempuh hidup, menanti masa tua&lt;br /&gt;bersama isteri dan anak-anak mereka juga cucunya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Kuningan, Agustus 2007&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Di bawah pohon mangga, di sekitar  Sawah Lega&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7738130397917637784-5988766899357669134?l=komay.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komay.blogspot.com/feeds/5988766899357669134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/09/elegi-di-sore-hari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/5988766899357669134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/5988766899357669134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/09/elegi-di-sore-hari.html' title='Elegi Di Sore Hari'/><author><name>komay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126155961927138934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7738130397917637784.post-1397949353883665126</id><published>2007-06-18T09:38:00.000+07:00</published><updated>2007-06-18T09:56:49.094+07:00</updated><title type='text'>Kutitipkan Salam Untukmu</title><content type='html'>Bolehkah kutitipkan salam&lt;br /&gt;    lewat burung kenari&lt;br /&gt;    yang bernyanyi di pagi hari&lt;br /&gt;    yang hinggap di samping rumah&lt;br /&gt;    saat aku menyiram anggrek merah&lt;br /&gt;    yang sedang merekah di musim panas....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Salam kerinduan akan susana syahdu, sejuk nan riang&lt;br /&gt;   mengenang kesejukan dan kesyahduan wajahmu&lt;br /&gt;   meski dalam duka lara...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Aku selalu terpesona akan senyum&lt;br /&gt;   senyum seorang yang penuh keceriaan&lt;br /&gt;   penuh kedamaian&lt;br /&gt;   kedamaian yang terpancar di wajahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   wajah yang akan selalu kukenang&lt;br /&gt;   dan kudamba....&lt;br /&gt;   yang selalu tersenyum saat kupandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-style: italic;"&gt;That was impossible!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   kalimat itu terdengar nyaring&lt;br /&gt;   di telinga bagian Sangguardi&lt;br /&gt;   sebelah dalam gendang telinga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   aku pun terperanjat&lt;br /&gt;   mengusap kedua mataku...&lt;br /&gt;   oh sayang sekali ternyata cuma mimpi.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7738130397917637784-1397949353883665126?l=komay.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komay.blogspot.com/feeds/1397949353883665126/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/06/kutitipkan-salam-untukmu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/1397949353883665126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/1397949353883665126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/06/kutitipkan-salam-untukmu.html' title='Kutitipkan Salam Untukmu'/><author><name>komay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126155961927138934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7738130397917637784.post-2448023896611398830</id><published>2007-06-18T09:02:00.000+07:00</published><updated>2007-06-18T09:36:16.468+07:00</updated><title type='text'>Manusia Perfectionis, that was Right!</title><content type='html'>Manusia perfectionis! :-) . itulah kesimpulan yang bisa diambil dari ungkapan seorang teman dan Ya, that was right!. Almostly Right.&lt;br /&gt;        Kalimat itu tidak lantas membuat "keakuanku" tersinggung atau bahkan marah. Malah itu membuatku makin membuka mata, hati dan pikiran agar terus memperbaiki diri. Memperbaiki semua sifat dan sikap yang buruk. Karena itu tekadku 8 tahun yang lalu sejak seorang sahabat sering "ngomel" dan menasehati akan sifat dan sikapku selama bertahun-tahun. Namun entah hasilnya, nampak belom ada peningkatan. Memang mesti selalu ada yang mengingatkan. Entah siapapun dan apapun.&lt;br /&gt;        Ya, manusia perfectionis. Mudah-mudahan "keakuanku" makin menjadi abu dan sirna diterpa hujan yang deras dan dingin sedingin es di Antartika dan selembut salju yang turun di Afrika yang tandus mengalir mengisi kekeringan di Ethiopia. Mengisi tenggorokan yang dahaga akan embun pagi di Gunung Merbabu yang membawa kedamaian hati para pendaki. Pendaki puncak dan pecinta kebaikan demi leburnya "keakuan" yang mudah-mudahan perlahan terus mencair, menetes, ,mengaliri kegersangan pasir pegunungan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I hope so&lt;/span&gt;...&lt;br /&gt;        Thanks Homunculus, dikau udah mengingatkanku....atau siapapun yang sudi mengingatkan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7738130397917637784-2448023896611398830?l=komay.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komay.blogspot.com/feeds/2448023896611398830/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/06/manusia-perfectionis-that-was-right.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/2448023896611398830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/2448023896611398830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/06/manusia-perfectionis-that-was-right.html' title='Manusia Perfectionis, that was Right!'/><author><name>komay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126155961927138934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7738130397917637784.post-5562393682133604780</id><published>2007-06-04T08:18:00.000+07:00</published><updated>2007-06-04T08:46:28.772+07:00</updated><title type='text'>Kehampaan Spiritual</title><content type='html'>Aku duduk di sini dalam kehampaan. Kehampaan yang tiada berujung. Kehampaan yang terus menari-nari di hadapanku dan terus mendekati seluruh jiwa dan ragaku. Ia mengajakku berdansa  dan menari menirukan Tarian Saman Sang Rumi dari Anatolia. Tanpa rasa bosan, ia terus mengulurkan tangannya untuk menari bersamanya dan mencapai nirwana kehampaan. Nirwana yang penuh keindahan abstraktif. Keindahan yang hanya ditemukan oleh para resi, syaikh atau brahmana yang telah mencapai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mochsa&lt;/span&gt;.  Nirwana keabadian.&lt;br /&gt;    Aku pun akhirnya terlelap dalam desahan nafas tarian dan belaian tangan para penari kehampaan yang terus membelai, meraba, memeluk dan mencium dengan wewangiannya yang khas yang semerbak terbawa angin pilu dari nirwana keabadian. Angin itu terus mendayu-dayu membawa wewangian yang terus-menerus menyebar ke penjuru dunia dan diantar oleh para bidadari nirwana keabadiam. Angin yang menyebarkan kehampaan dunia, bersama keangkuhan, dan kemiskinan hatiku.&lt;br /&gt;        Aku hanya bisa menghela dan menarik nafas panjang sekuat tenaga untuk tetap bisa menghirup wangi kehampaan yang perlahan menghilang dari depan hidungku. Aku pun menangis dengan sedu sedan seiring menghilangnya wewangian yang aku puja-puja itu. Tanpa kusadari, aku telah menangis begitu lama begitu parau bagai elegi sang penyair dari negeri 1001 puisi. Menangis tanpa henti melebihi tangisannya Si Majnun yang menangis di pusara Laila. Menangisi semua kehampaan dan kegelisahan yang datang silih berganti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7738130397917637784-5562393682133604780?l=komay.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komay.blogspot.com/feeds/5562393682133604780/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/06/kehampaan-spiritual.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/5562393682133604780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/5562393682133604780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/06/kehampaan-spiritual.html' title='Kehampaan Spiritual'/><author><name>komay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126155961927138934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7738130397917637784.post-4256571014801852311</id><published>2007-06-04T07:53:00.000+07:00</published><updated>2007-06-04T08:16:20.423+07:00</updated><title type='text'>Arogansi Manusia</title><content type='html'>Manusia ini manusia yang penuh dengan kesombongan nan keangkuhan. Angkuh, dan sombong membuat ia lupa diri dan bahkan ia telah berlaku arogan terhadap sang Kholiq. Padahal secara normatif ia tahu dan bahkan mungkin faham akan ketidakbenaran sifat arogan nan angkuh, namun kefahamannya ini telah membutakan dan menutup matahatinya bahkan semuanya bisa ia anggap sebagai kebenaran dengan kelihaiannya bersilat lidah dan jurus-jurus penyerangan opininya.  Ia bahkan mampu membuat orang percaya dan mengimaninya dengan kelihaian beretorikanya. Sungguh ia mampu melakukan hal demikian. Sangat luar biasa. Namun yang lebih hebat lagi adalah ia mampu membuat yakin hati nuraninya bahkan nuraninya sendiri telah berani berikrar untuk mengimaninya. Nuraninya telah ia perdayai. Sungguh manusia yang luar biasa.&lt;br /&gt;    Mestikah ia arogan, padahal ia hanya sebatang kara yang dilahirkan tanpa sehelai busana, tanpa materi dan tanpa apa-apa. Bahkan ia matipun hanya sendirian tanpa pakaian layak bahkan jauh dari keindahan. Bagaimana ia bisa lakukan itu?&lt;br /&gt;    Ya Allah, apakah aku ini bagian dari manusia seperti di atas?Jika aku memang demikian, aku mohon petunjuk-Mu agar aku mampu meluluhkan hati ini, agar aku mampu meredam nafsu angkara murka, beri aku petunjuk untuk membebaskan pikiranku dari arogansi dan perilaku yang sombong. Ya Allah, beri aku kekampuan dan komitmen yang kontinu untuk melepaskan sifat jahat dan arogansi apapun dalam perjalanan hidupku. Ya Allah, jika aku tak mampu melakukannya, aku mohon beri kesempatan kepadaku untuk mmemohon ampunan-Mu. Amin...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7738130397917637784-4256571014801852311?l=komay.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komay.blogspot.com/feeds/4256571014801852311/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/06/arogansi-manusia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/4256571014801852311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/4256571014801852311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/06/arogansi-manusia.html' title='Arogansi Manusia'/><author><name>komay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126155961927138934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7738130397917637784.post-7747299188637485154</id><published>2007-05-09T10:08:00.000+07:00</published><updated>2007-05-09T10:34:34.343+07:00</updated><title type='text'>Kemauan untuk Berubah</title><content type='html'>semalem banyak hal yang sy lakukan, nonton spidey, ngobrol ama temen2 lama sharing info, berbagi pengalaman, berbagi perasaan, dan bercanda satu sama lain. nampak tak ada beban hidup yang slama ini kalo dirasakan semakin berat. nmpaknya beban kuliah, skripsi, dan beban hidup lainnya tak terasa. ada ceko, ada bangkit, dan sy sendiri. meski cuma sekadar ngobrol sana-sini tapi membuat pikiranku plong. sambil makan bareng, qt semua ngobrol kesana kemari sampai2 lupa waktu. keceriaan pun menguasai pikiranku...&lt;br /&gt;memang berteman itu sangat penting dan menjaga persahabatan itu amat sangat penting dan wajik kita pertahankan apaun resikonya. karena teman itu lebih dari sekadar saudara. itu mungkibn menurutku sangat penting kenapa kadang kita mesti berkorban demi teman meski itu terasa berat dan menyakitkan. sy ga ingin menyakiti siapapun apalagi teman.&lt;br /&gt;    Namun, pas tengah malam pulang ke kosan. suasana ceria itu menjadi sedikit berkurang apalgi udah liat skripsi dan buku yang bergeletak di atas meja yang udah sebulan ga disentuh. sial, lagi2 sy telat lulus...&lt;br /&gt;    sialnya lagi teman kosan sebelah malah ngajak ngpbrol dan curhat sana sini yang padahal saya udah membuang jauh jauh curhatan itu dan ga pernah mempermasalahkan lagi dan menerima apapun itu baik atau uruk bagiku. dan akan menjadi pelajaran yang berharga bagiku. terserah apa maumu dan kenginanmu. yang penting lo dan sekeluarga bahagia :) -kasarnya begitu&lt;br /&gt;    maaf bukannya sy ga peduli ama temen "di sini" tapi kalo sy teramat peduli dg keadaan "di sini" maka masalah itu menjadi amat ruwet dan bikin gw ga produktif. ahirnya sy pun membiarkan dia bercerita banyak tentang berbagai masalah kami. tapi bagiku itu spent my time bahkan bagiku itu ga pemnting lagi., lagi lagi sy mesti memahami dan menghargai otang. itu memang udah fitrah kali, qt mesti begitu.&lt;br /&gt;    apapun keputusanmu, itu adalah opsi yg kau pilih dan kau mesti tau risiko yang bakal ditanggung. mati kya berubah demi kenbaikan qt bersama. sekali lagi ga&lt;br /&gt;    ya , moga nt sukses...&lt;br /&gt;    wish you luck.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7738130397917637784-7747299188637485154?l=komay.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komay.blogspot.com/feeds/7747299188637485154/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/05/kemauan-untuk-berubah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/7747299188637485154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/7747299188637485154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/05/kemauan-untuk-berubah.html' title='Kemauan untuk Berubah'/><author><name>komay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126155961927138934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7738130397917637784.post-6235168391738518671</id><published>2007-03-27T07:34:00.000+07:00</published><updated>2007-03-27T07:36:50.633+07:00</updated><title type='text'>Knowledge is Free</title><content type='html'>Kembali mengutip pernyataan F. Bacon, beliau bilang "Knowledge is Power". Pengetahuan adalah Kekuatan, kekuasaan, etc. Sebelum kita punya &lt;i&gt;Power&lt;/i&gt; maka kita mesti punya &lt;i&gt;knowledge&lt;/i&gt;. Hari ini banyak orang yang tidak bisa mengenyam pendidikan dengan murah, memedai da berkualitas. Di sana, di pelososk sana banyak teman-teman kita tak bisa sekolah. Boro-boro buat sekolah, buat makan saja mereka kesusahan. kalau pun ada sekolahan, itu tidak menccerdaskan mereka. Buku-buku sulit didapatkan, guru-guru yang "kurang". Kalo pun ada buku namun tidak memadai dan tidak &lt;i&gt;up to date&lt;/i&gt;. Banyak orang yang tidak mengenyam pendidikan tinggi. Boro-boro bisa mengenyam pendidikan tinggi S21, S2, S3 atau Post Doctoral, untuk bisa sekolah dasar (SD, SMP) saja mereka ga bisa. Bersyukurlah kita yang bisa melanjutkan studi di PT. Bersyukur kepada Allah.  &lt;p&gt;Nun jauh di sana mereka butuh buku, butuh ilmu, butuh pengetahuan. Mereka haus, mereka lapar, mereka menderita. Secara fisik, mereka sangat "menderita" karena kekurangan makan, gizi, air bersih, kesehatan dll. Gimana orang mau pinter kalo mengonsumsi makan yang ga bergizi dan kekurangan unsur-unsur vital makanan. Gimana mereka mau cerdas kalo mereka selalu dibodohi dan ditindas. Secara psikis, mereka ingin maju, ingin sekolah, ingin kuliah dan ingin browse di internet dan fs. mereka ingin bisa berkomunikasi dengan orang lain di sana di kota-kota maju dan negara-negara maju, mereka ingin belajar dan menimba ilmu dan saling berbagi dengan sesama. Mereka ingin menggapai cita-citanya. Mereka ingin bercerita tentang hidup dan banyak hal. Mereka ingin belajar seprti kita, di sini, di kampus, di internet via google, via email, via situs-situs pengetahuan yang menyediakan sumber dan ensiklopedi ilmu pengetahuan. Mereka ingin maju bersama orang lain, mereka ingin seperti Einstein, atau Stephen King atau Danah Johar. Mereka ingin sekali sekolah dan melanjutkan pendidikian tinggi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;namun, mereka tak kuasa dan tak mampu menggapai itu. Karena itu sangat sulit digapai. mereka tidak punya sarana buku, perpustakaan murah, komputer, koneksi Internet, pakaian layak dan makanan yang yang bergizi. Akhirnya mereka semakin miskin dan bodoh dan sangat mudah dibodohi. Ya Allah, Kutuklah aku supaya aku bisa membantu mereka dan mencerdaskannya, supaya aku terbebas dari dosa-dosa sosial.&lt;br /&gt;Berbeda bagi orang kaya yang tinggal ngomong ke mami supaya bis sekolah, beli buku, akses internet,  yang mungkin bisa minta ini dan itu kepada orang tua. mereka punya fasilitas. Jangan membayangkan orang miskin. Bayangkanlah mereka yang kaya dan pinter serta berbagai kemudahan. Itu kalau kita ingin dikutuk peradaban dan umat manusia. Tapi berbuatlah sesuatu untuk orang lain yang betul-betul memerlukan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sekolahan sangat mahal, buku sangat mahal. maka jalan keluarnya adalah mencari sumber buku bacaan lewat Internet (mesti dibedakan antara internet dan Internet Bro...). Pengetahuan yang ada saat ini sulit didapat secara&lt;i&gt; hard copy&lt;/i&gt;. Maka bagi kita yang punya &lt;i&gt;knowledege&lt;/i&gt; sangat disarankan bahkan diwajibkan untuk saling berbagi ilmu. Pengetahuan yang kita miliki semesetinya bisa bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan.&lt;i&gt; Knowledge&lt;/i&gt; yang dikembalikan dan dimanfaatkan oleh lingkungan. &lt;i&gt;knowledge&lt;/i&gt; haruslah gratis. &lt;i&gt;Knowledge&lt;/i&gt; dan teknologi mestilah tidak merusak lingkungan. &lt;i&gt;Knowledge&lt;/i&gt; haruslah bisa membumi dan dibumikan untuk kemajuan dan kesejahteraan umat manusia. &lt;i&gt;Knowledge is free&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7738130397917637784-6235168391738518671?l=komay.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komay.blogspot.com/feeds/6235168391738518671/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/03/knowledge-is-free.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/6235168391738518671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/6235168391738518671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/03/knowledge-is-free.html' title='Knowledge is Free'/><author><name>komay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126155961927138934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7738130397917637784.post-4065190736669379685</id><published>2007-03-10T07:28:00.000+07:00</published><updated>2007-03-10T07:47:45.468+07:00</updated><title type='text'>Sang Darwis</title><content type='html'>Saya baru aja baca buku perjalanan hidup sang penyair, sufi bahkan disebut juga sang darwis. ia adalah Jalaluddin Rumi. buku ini ditulis oleh seorang jurnalis (kalo ga salah), Leslie Lewis. Rumi hidup di sekitar Anatolia, Turki kira-kira ..... M. Sewaktu dengan skitar penyerangan tentara Mongol ke Turki dan memporakporandakannya. namun sebenarnya ia tidak dilahirkan di Anatolia.&lt;br /&gt;Kisah Rumi sangat mempesona, saya pikir. Beliau ini luar biasa, perjalanan spiritual, cinta, persahabatan yang lua biasa sampai-sampai ia mengabaikan keluarga hanya untuk meraih cinta sang Khalik. Entah ini bisa dilihat dari sudut pandang Syariat atau sufistik. namun yang pasti beliau telah mengalami Ektase yang sangat dalam dalam perjalanan usianya menginjak 40-an. Ektase kehidupan spritual yang hebat.&lt;br /&gt;Sebelum ia mengalami ektase yang dalam bersama sahabatnya Syamsuddin (Syams), ia sangat dihargai, dihormati dan dicintai sebagai seoang mahaguru Fiqh, mahaguru ISlam dan tempat bertanya ummat. namun setelah ia bertemu dengan Syam, ia mulai ditinggalkan bahkan "dibenci" bersama Syams juga.  kenapa ia diitinggalkan, karena pada masa itu konon ia mulai meninggalkan hukum-hukum syariat yang dulu ia jalani dan ia beralih menjadi penari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sama&lt;/span&gt; yang ditarikan oleh darwis-penari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sama&lt;/span&gt;). &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sama &lt;/span&gt;adalah sebuah tarian yang dilakukan oleh seorang darwis, tarian ini merupakan tarian mistis para pengikut sebuah tarekat di Turki.&lt;br /&gt;tujuannya adalah untuk mencapai ektase menuju Tuhan. Prosesi tarian ini bisa mencapai waktu berhari-hari.&lt;br /&gt;Rumi pun akhirnya mencapai ektase spiritual yang dimaksud. entah sepeerti apa....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7738130397917637784-4065190736669379685?l=komay.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komay.blogspot.com/feeds/4065190736669379685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/03/sang-darwis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/4065190736669379685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/4065190736669379685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/03/sang-darwis.html' title='Sang Darwis'/><author><name>komay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126155961927138934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7738130397917637784.post-5979278262275519534</id><published>2007-03-10T06:42:00.000+07:00</published><updated>2007-03-10T06:53:59.732+07:00</updated><title type='text'>Skill is Power</title><content type='html'>mengutip dari F. Bacon kalo "knowledge is power" maka saya juga punya kutipan dari pikiranku. "Skill is Power". Nah, di zaman sekarang ini mestinya "skill" juga jadi sebuah kuasa/kekuatan untuk menjadikan seseorang maju dan berkuasa atas sesuata. kalo saya piki kl cuma sebatas 'Knowledge" ya kurang bagus kalo ga ditunjang ama skill yang Ok. karena yang saya persepsikan mengenai "knowl;edge" cuma berada dalam wilayah "mind" atau otak saja. mungkin itu persepsi saya mengenai "knowledge". jadi knowledge cuma sebatas "pengetahuan" bukan "kemampuan". Namun jika yang dimaksud Bacon itu lebih universal maka "Skill" adalah subset dari "knowledge" maka saya amat setuju.&lt;br /&gt;Berbicara masalah skill maka mesti berbicara masalah keuletan, ketekunan, rajin dsb. banyak orang yang berpengetahuan (teoretis) saja namun ia tidak unya skill maka berakibat kurang seimbang. maksudku kalo skill itu lebih kepada hal praktik. tapi knowledge lebih kepada hal teoretis. oleh karena itu "Skill makes Knowledge". ii mirip dengan ungkapan "practice makes perfect"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7738130397917637784-5979278262275519534?l=komay.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komay.blogspot.com/feeds/5979278262275519534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/03/skill-is-power.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/5979278262275519534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7738130397917637784/posts/default/5979278262275519534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komay.blogspot.com/2007/03/skill-is-power.html' title='Skill is Power'/><author><name>komay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15126155961927138934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
