Sunday, January 27, 2008

suara telpon berdering dengan lembut dan penuh irama, sore itu di sebuah busway
"Mas, lagi dmn?" tanya seorang perempuan melalui HP-nya. Perempuan yang kuning langsat, penuh keanggunan dan rasa sayang terdengar dari suaranya ditelpon.
"titt.." suara yang tak bisa kudengar lagi.. mereka asyik ngobrol ke sana kemari
di akhir pembicaraan, si perempuan cantik tadi berucap.
"oia mas, mas ga usah jemput aku soalnya aku dah pulang skrg lg di busway."
"Ntar ketemu aja di rumah. Jangan lupa sholat magrib ya!!
terdengar dari kejauhan seorang laki-laki menjawab "iya.."
"daaaaaaaah.." balas perempuan manis itu mengakhiri pembicaraan.

suara itu cukup meyegarkan urat kerongkonganku - entah kenapa -yang sembari tadi duduk di samping perempuan itu sambil menatap ke depan ke arah penumpang busway yang bergelantungan..
aku hanya bisa tersenyum dan berkhayal. Kapan mereka sepertiku...eh kebalik.... :-)
semoga mereka bahagia...Amin.

Wednesday, December 26, 2007

Global Warming, Apa dan Bagaimana?

Beberapa hari yang lalu, tepatnya 3-15 Desember 2007, digelar konferensi perubahan iklim yang diadakan di Bali. Tujuannya adalah merumuskan masa depan keberlangsungan bumi yang menurut banyak ilmuwan telah terjadi peningkatan suhu yang cukup signifikan. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya produksi gas-gas karbon. Tentunya akan berakibat fatal tidak hanya bagi manusia namun bagi seluruh penghuni bumi. Selanjutnya diharapkan terjadi pengurangan produksi bahan bakar fosil, sebagai penyebab utama pemanasan global, sebagaimana diamanatkan oleh Protokol Kyoto yang mengharapkan adanya pengurangan produksi gas karbon sebesar 5 persen sampai tahun 2012. Apa yang terjadi bila temperatur rerata udara di sekitar kita mencapai 100C?


Skenario Pemanasan Global

Pemanasan global (global warming) menjadi isu bersama negara-negara berkembang khususnya meski umumnya negara-negara maju masih mempersoalkan kebenaran isu pemanasan global itu sendiri yang menyebabkan peningkatan suhu bumi dan bahkan mereka terkesan cuci tangan seolah mereka bukan penyebab langsung pemanasan global tersebut. Banyak diantara kita pun masih belum paham dan sadar akan dampak yang terjadi akibat pemanasan global. Mudah-mudahan melalui pemaparan di bawah ini akan terbangun kesadaran akan dampak pemanasan global.

Tentunya masih ingat pelajaran Fisika SMU dulu mengenai lapisan-lapisan yang menyelimuti bumi, mengapa bumi tidak terbakar oleh sengatan matahari? Bukankah energi panas matahari sangat tinggi? Segala sumber energi yang terdapat di bumi berasal dari matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini mengenai permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan bumi. Permukaan bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini akan membentuk radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas lagi akan tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbondioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan bumi. Dan gas-gas tersebut terperangkap dalam “kaca” yang menyelimuti bumi. Hal tersebut terjadi berulang-ulang dan akibatnya suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.

Gas-gas tersebut berfungsi ibarat kaca dalam konteks rumah kaca sejati. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, maka akan semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya. Inilah yang disebut efek “rumah kaca”. Sebenarnya, efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpa adanya rumah kaca, maka planet ini akan menjadi sangat dingin dan permukaan bumi akan ditutupi oleh es. Namun jika panas yang terjadi terlalu besar, maka akan terjadi apa yang disebut "Global Warming". Akibat suhu di permukaan bumi meningkat, es di permukaan bumi akan mencair perlahan-lahan.

Efek rumah kaca ini disebabkan oleh naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya. Energi yang masuk ke bumi; 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer, 25% diserap awan, 45% diadsorpsi permukaan bumi, 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi. Energi yang diadsoprsi akan dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda. Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah sulfur dioksida (SO2), nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana (CH4) dan kloro fluoro karbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.


Gas

Kontribusi

Sumber emisi global

%

CO2

45-50%

Batu bara

29



Minyak Bumi

29



Gas alam

11



Deforestasi Hutan

20



lainnya

10

CH4

10-20%



Sumber : Kantor Menteri Negara KLH, 1990

Apa saja yang bisa menghasilkan gas-gas karbon tersebut? Asap sisa pembakaran pabrik batu bara, minyak bumi, dan juga asap kendaraan bermotor disinyalir sebagai produsen terbesar gas-gas karbon. Jika tidak terjadi pembakaran dan penggundulan hutan besar-besaran maka semestinya pepohonan mampu menyerap gas-gas karbon tersebut. Gas-gas karbon tersebut akan diserap oleh dedaunan dalam proses fotosintesis tumbuhan. Sebaiknya jika pepohonan berkurang dan produksi karbon meningkat maka gas karbon ini akan “berkeliaran” di atas permukaan bumi dan sebagian dihirup oleh manusia sehingga akan timbul beraneka penyakit yang tidak hanya penyakit pernafasan namun dampak lainnya dari gas buang karbon. Di samping itu penggunaan freon (CFC), dihasilkan refrigerator dan AC, juga dianggap sebagai pembobol lapisan ozon (O3). Lapisan inilah sebenarnya yang menyaring sinar matahari dan radiasinya supaya tidak langsung mengenai makhluk hidup di bumi. Terlebih-lebih setelah terjadinya revolusi industri dan penggunaan energi minyak bumi, peningkatan produksi gas-gas karbon semakin meningkat tajam.


Dampak Global Warming

Dampak yang akan sangat terasa langsung adalah adanya peningkatan suhu bumi, suhu bumi akan meningkat tajam di waktu malam, tinggi permukaan air laut akan meningkat seiring mencairnya es di kutub utara, adanya perubahan iklim yang tidak menentu misalnya musim kemarau lebih lama dibandingkan dengan musim hujan, musim tanam yang tidak menentu, banjir dan gempa bumi di mana-mana. Juga radiasi ultraviolet yang menyebabkan timbulnya beragam penyakit kulit, rambut, dianggap dampak tidak langsung dari efek rumah kaca.

Bagaimana dengan hewan dan tumbuhan? Karena terjadi pemanasan global maka banyak hewan yang melakukan migrasi. Misalnya hewan yang terbiasa di tempat dingin dan kemudian wilayahnya itu temperaturnya tinggi maka hewan-hewan tersebut akan segera bermigrasi ke tempat yang lebih dingin agar tetap bertahan hidup. Jika mereka tidak mampu bertahan maka mereka akan mati kepanasan. Sebaliknya terjadi pada hewan yang terbiasa dengan suhu panas. Akhirnya bagi yang tidak mampu beradaptasi akan segera mati dan akan terjadi kepunahan hewan-hewan. Begitu juga dengan tumbuhan, air, tanah, gunung dan lautan akan rusak disebabkan suhu bumi yang terus meningkat.


Beberapa Solusi

Nah, penanaman pohon merupakan salah satu alternatif mengurangi pemanasan global. Sebab, pohon akan menyerap banyak gas-gas karbon di udara yang akan digunakan dalam proses fotosintesis. Semakin banyak pohon yang tumbuh (memiliki daun yang banyak) maka akan semakin banyak gas karbon yang diserap oleh dedaunannya. Selain itu diperlukan kemauan bersama untuk mengurangi populasi kendaraan bermotor dan mencari sumber energi alternatif sebagai bahan pengganti BBM. Hendaknya pemerintah juga mengambil kebijakan terhadap pembatasan jumlah kendaraan bermotor misalnya dengan memberlakukan satu jenis kendaraan bermotor hanya untuk satu keluarga, pemberlakuan pajak sebesar 50% per tahun bagi pengguna kendaraan berbahan bakar fosil, meregulasi produsen kendaraan dan penggalian minyak bumi, penggunaan kendaraan ramah lingkungan, pembatasan merokok, dan kampanye (penyadaran) anti pemanasan global secara kontinu dan menyeluruh melalui lembaga pendidikan dan media massa.

Sumber : www.wikipedia.com, www.howstuffworks.com,

Friday, December 21, 2007

Perempuan

yups, perempuan itu mulai menarik perhatianku
dia mualai mencuri hati ini muali mencari tau apa yg kurasakan apa yg kualami
mencoba memasuki duniaku..
aku pun tak bissa berdiam diri saja
Apa aku berdosa jika aku tidak mengapresiasianya
Mungkin aku telah berdosa meninggalkannya
Dengan alasan yang sangat sangat tidak logis nampaknya
So, idealis, sok ideologois, sok agamis...
Bull shiet....
Ya, mudah-mudahan dia mau mengerti..
kenapa dia yg mesti ngertiin aku?
kenapa aku yang ga ngertiin dia?
dasar EGOIS.....

Knowledge, Skills dan Attitudes

Ada tiga buah komponen yg kata orang menjadi modal dalam mengarungi hidup
Ini dia, pengetahuan (knowledge), Ketrampilan(skills) dan Sikap (Attitudes). Sikap adalah manifestasi dari pengetahuan dan keterampilan yang disokong oleh nilai-nilai moral, sikap,

Monday, December 10, 2007

Kita Tidak Akan Benar-benar Tahu

seseorang tidak akan pernah tahu dan mengenal orang lain selama ia tidak menyelami dan menjadi orang lain. kita tidak akan pernah tahu siapa dia selama kita tidak bisa menjadi bagian dari dirinya. dan kita tidak akan pernah benar-benar tahu orang lain; perasaan, hati dan sifat dan sikapnya. Kita hanya bisa menebak dan berusaha memahami dan mengerti dan kita tidak akan pernah benar-benar tahu.

Monday, October 1, 2007

Tetesan Gerimis

Aku hanya bisa mengajakmu meniti jalan berliku
Aku hanya bisa mengajakmu berbicara dari hati
Dari hati yang dipenuhi ceceran debu gurun Sahara
Hati yang ditemani teriakan burung elang gurun yang ganas
Seganas harimau di Benua Hitam
Seganas hutan rimba
Seterjal gunung dan keganasan lembah Amazon
Meski aku mencoba menikmatinya
Layaknya menikmati perjalanan di rimba raya
Dan gunung pencakar awan, pencinta bumi
Dan stabilisator keindahan alam

Aku hanya ingin membawamu mengikuti percikan gerimis hujan
Membawamya satu demi satu, sedikit demi sedikit, tetes demi tetes
Menangkap, mengumpulkannya,
dan membasuhkannya ke dalam hati
Hati yang dipenuhi debu Sahara
Yang tersorot sinar surya di atas kepala

Namun, tetes demi tetes gerimis itu makin jarang kudapati
Hingga akhirnya menghilang di batas kampung
Aku terus berlari mencari setetes gerimis yang terbawa angin
Namun, aku tak bisa mengumpulkan lebih banyak lagi tetesan gerimis
Tetesan demi tetesan itu pun tak cukup digunakan
Sebab, terlalu banyak lagi yang mesti kukumpulkan

Engkau begitu lelah melihat prosesi ini
Bahkan tak akan sanggup menunggu perjalananku
Ya, aku hanya akan membawamu tertatih tatih
Akan sulit bagimu, juga bagiku
Aku pun tak sanggup melihatmu tergopoh-gopoh kesakitan
Tersendat sendat rimbunnya pohon dan semak belukar yang kau lalui
Aku tak ingin melihat matamu meneteskan air

Jatinangor, Di Penghujung September

Friday, September 28, 2007

Perempuanku di Ujung Sana

Entah mengapa aku tak berdaya.... (iwan F.)
sedikit ngutip dari bang iwan

Hari berganti, purnama berganti
Bahkan gerhana pun kulalui
Dengan penuh suka dan sedih

Ya, itulah perjalanan manusia
yang tak mungkin berada dalam satu posisi
Bahkan tak bertahan lama dalam zona kenyamanan

Entah ini sebuah "buah" atau sekadar "daun"
Tapi semua itu mengisyaratkan kedamaian dan asa
Asa yang sudah lama tertidur
Bahkan mungkin telah terbius oleh aromanya

Aku pun tak bisa lagi menghisap aroma,
Wewangian dan aksesoris yang melekatinya
Penuh dengan asa

Di ujung sana dia hanya diam
Terdiam namun dia selalu tersenyum kadang tersipu malu
Di bawah busananya ia tertunduk sendu
Ada kesal dan mungkin duka di rautnya

Aku pun hanya bisa menatapnya dari kejauhan
Berharap suatu hari kumampu menatap lebih dalam
Penuh emosi, penuh kasih dan penuhi realitas sejatinya
Realitas dan waktu pun terus mengingatkanku

Jatinangor, Triple A, 7 September 2007

Mencintaimu

Mencintaimu dengan sederhana dan kesederhanaan
Mencintai dengan apa adanya

Mencintai dengan tulus

Mencintai dengan penuh penghayatan
Mencintai dengan hati

Aku ingin belajar mencintaimu
Mencintai dengan segala ketulusan dan kerendahan hati

Elegi Di Sore Hari

Di Atas pohon ini, sepuluh tahun yang lalu
Aku biasa memandang kejauhan
Menatap hamparan sawah dan ladang
Menatap Jauh ke sana
Menatap para petani yang sedang memanen
Yang sedang menebar benih dan palawija
Termasuk saudara-saudaraku
Aku pun baru saja berhenti untuk melepas dahaga

Angin terasa teramat sepoi
Menerpa rambutku yang mulai memanjang
sambil berayun di atas dahan pohon
Nampak seperti spesies yang agak mirip manusia :-(
Aku tersenyuim mengingat masa kecil
Bermain, dan bercengkrama dengan burung,
Berburu capung dan simeut
Indah nian alam yang ada di depanku ini

Aku pun amat teramat bahagia
Aku bisa merenget nangis atau sekadar teriak-teriak
Bersama teman sepermainan
Atau Sekadar minta ditangkapin burung atau simeut
Kepada kakakku atau ibuku
Tak bisa kubayangkan bahagainya waktu itu

Sekarang, masih tetap di atas dan sesekali di bawah pohon yang rindang
Pohon Mangga yang nampak makin tua dan makin rindang
Pohon terbesar di kebunku
AKu hanya bisa tersedu menatap pesawahan
yang Kian hari-kian mengering
Tanah-tanah mulai pecah-pecah nampak seperti orang yang sariawan
Kering dan bibir-bibir tanah ini pecah
Entah bisa apa tidak disembuhkan
Entah obat sariawan bisa menyembuhkan pesawahan ini
Menymbuhkan kekeringan yang terus melanda setiap daerah
Menyemnuhkan mereka-meraka yang seang mencari sesuap nasi
Untuk anak-anak dan istri mereka

AKu hanya bisa terdiam menatap mereka yang coba bangkit
Mentyiram palawija dan tanaman musiman
Untuk tetap bertahan hidup
Lari dari kemiskinan pedesaan
Mereka bangkit untuk tidak terbelenggu kekeringan
Untuk anak mereka yang sedang sekolah
Untuk bayaran SPP, Bangunan, dan Uang Jajan
Tak peduli siang dan malam
Tak peduli Hujan atau Kemarau
Merek terus menyiram
Menyiram keringnya tanah
Menyiram keganasan dunia
Berat nian beban hidupmu, saudaraku
Susah betul kau nyari sesuap nasi

Sekali lagi aku hanya bisa diam, tersedu
meneteskan air mata
yang tak mungkin bisa menyiram keringnya sawah dan ladang
Apalagi membuat subur tanah ini

Tak hanya tanah-tanah yang biasa dulu kami tanami padi dan palawija
semua tanah dan daratan yang ada di depnku menjadi kering kerontang
bahkan pecah-pecah bagai bibir yang terkena panas dalam dan sariawan
Semua orang merasa lesu
Kami berharap, buah-buahan bisa menyelamatkan kami
dari kekeringan
sebagai obat dahaga dan sariawannya tanah ini.

AKu ingin sekali menjadi obat bagi tanah dan mereka-mereka yang kekeringan
Menyembuhkan bibir-bibir tanah yang pecah-pecah
Mengobati panas dalam yang mereka alami
Dan membuat ceria para petani dan anak-anaknya
Menyekolahkan mereka
Membuat mereka cerdas, pinter dan mandiri
Membuat mereka sadar akan beban yang orang tua merek pikul
Membuat mereka makmur, sejahtera dan damai
Menempuh hidup, menanti masa tua
bersama isteri dan anak-anak mereka juga cucunya

Kuningan, Agustus 2007

Di bawah pohon mangga, di sekitar Sawah Lega

Monday, June 18, 2007

Kutitipkan Salam Untukmu

Bolehkah kutitipkan salam
lewat burung kenari
yang bernyanyi di pagi hari
yang hinggap di samping rumah
saat aku menyiram anggrek merah
yang sedang merekah di musim panas....

Salam kerinduan akan susana syahdu, sejuk nan riang
mengenang kesejukan dan kesyahduan wajahmu
meski dalam duka lara...

Aku selalu terpesona akan senyum
senyum seorang yang penuh keceriaan
penuh kedamaian
kedamaian yang terpancar di wajahnya

wajah yang akan selalu kukenang
dan kudamba....
yang selalu tersenyum saat kupandang


That was impossible!
kalimat itu terdengar nyaring
di telinga bagian Sangguardi
sebelah dalam gendang telinga

aku pun terperanjat
mengusap kedua mataku...
oh sayang sekali ternyata cuma mimpi.....